15.9.15

Dua Detik

Source: tech.magazinemanager.com

Bertahun-tahun lampau, saat ayah saya masih aktif bekerja, ada suara yang cukup familiar ketika dia pulang dan memasuki rumah. Suara itu suara koran yang ia letakkan di meja. Suara yang begitu khas. Kemudian, seperti biasa, kami --saya, mama, dan kakak-kakak saya maksudnya-- akan membaca koran tersebut berganti-gantian.

Malam tadi, selepas pukul 19, saat saya menuruni tangga menuju kamar mandi, suara itu kembali terdengar. Sangat nyata terdengar. Seketika itu saya merasa, atau berpikir, ayah saya baru pulang bekerja.

Dua detik lamanya saya memiliki perasaan, atau pikiran, tersebut. Sampai saya sadar ayah saya sebenarnya sudah tidak ada lebih dari tujuh tahun lalu. Dua detik yang melipat waktu tujuh tahun.

No comments: