9.11.13

Pesan Pecopet Pada Pacarnya

Sitti,
kini aku makin ngerti keadaanmu.
Tak’kan lagi aku membujukmu
untuk nikah padaku
dan lari dari lelaki yang melamarmu.

(Lelawa terbang berkejaran
tandanya hari jadi sore.
Aku berjanji
di kamar mandi
tubuhku yang elok bersih kucuci.
O, abang, kekasihku
kutunggu kau di tikungan
berbaju renda
berkain biru).

Nasibmu sudah lumayan.
Dari babu jadi selir kepala jawatan.
Apalagi?
Nikah padaku merusak keberuntungan.
masa depanku terang repot.
Sebagai copet nasibku untung-untungan.
Ini bukan ngesah.
Tapi aku memang bukan bapak yang baik
untuk bayi yang lagi kaukandung.

(Lelawa terbang berkejaran
tandanya hari jadi sore.
mentari nggeloyor muntah di laut
mabuk napas orang Jakarta.
O, angin.
O, abang.
Sarapku sudah gemetar
menanti lidahmu
‘njilati tubuhku)

Cintamu padaku tak pernah kusangsikan.
tapi cinta Cuma nomor dua.
nomor satu carilah keselamatan.
Hati kita mesti iklas
berjuang untuk masa depan anakmu.
Janganlah tangguh-tangguh menipu lelakimu.
Kuraslah hartanya.
Supaya hidupmu nanti sentosa.
Sebagai kepala jawatan lelaki normal
suka disogok dan suka korupsi.
Bila ia ganti kautipu
itu sudah jamaknya.
Maling menipu maling itu biasa.
Lagipula
di masyarakat maling kehormatan cuma gincu.
Yang utama kelicinan.
nomor dua keberanian.
Nomor tiga Keuletan.
Nomor empat ketegasan, biarpun dalam berdusta.
Inilah ilmu hidup masyarakat maling.
Jadi janganlah ragu-ragu.
Rakyat kecil tak bisa ngalah melulu.

(Lelawa terbang berkejaran
tandanya hari jadi sore
Hari ini kamu mesti kulewatkan
kerna lelakiku telah tiba.
Malam ini
badut yang tolol bakal main acrobat
di dalam ranjangku).

Usahakan selalu menanjak kedudukanmu.
Usahakan kenal satu mentri
dan usahakan jadi selirnya.
Sambil jadi selir mentri
tetaplah jadi selir lelaki yang lama.
Kalau ia menolak kaurangkap
sebagaimana ia telah merangkapmu dengan istrinya
itu berarti ia tak tahu diri.
Lalu depak saja dia.
Jangan kecil hati lantaran kurang pendidikan
asal kau bernafsu dan susumu tetap baik bentuknya
Ini selalu akan menarik seorang mentri
Ngomongmu ngawur tak jadi apa
asal bersemangat, tegas dan penuh keyakinan.
Kerna begitulah cermin seorang mentri.

(Lelawa terbang berkejaran
tandanya hari jadi sore.
kenanganku melayang ke saat itu
di tengah asyik nonton pawai
kau meremas pantatku
demikianlah kita lalu berkenalan
ialah setelah kutendang kakimu.
Dan sekarang setiap sore
bagaikan pisang yang ranum
aku rindu tanganmu
untuk mengupasku)

Akhirnya aku berharap untuk anakmu nanti.
Siang malam jagalah ia.
Kemungkinan besar ia lelaki.
Ajarlah berkelahi
dan jangan boleh ragu-ragu memukul dari belakang.
Jangan boleh menilai orang dari wataknya.
Sebab hanya ada dua nilai: kawan atau lawan.
kawan bisa baik sementara
Sedang lawan selamanya jahat nilainya.
ia harus diganyang sampai sirna.
Inilah hakekat ilmu selamat.
Ajarlah anakmu mencapai kedudukan tinggi.
Jangan boleh ia nanti jadi professor atau guru.
Itu celaka, uangnya tak ada.
Kalau bisa ia nanti jadi polisi atau tentara
suapaya tak usah beli beras
kerna dapat dari Negara.
Dan dengan pakaian seragam
dinas atau tak dinas
haknya selalu utama.
Bila ia nanti fasih merayu seperti kamu
dan wataknya licik seperti saya – nah!
ini kombinasi sempurna.
Artinya ia berbakat masuk politik.
Siapa tahu ia bakal jadi anggota parlemen.
Atau bahkan jadi mentri.
Paling tidak hidupnya bakal sukses di Jakarta

(Lelawa terbang berkejaran
tandanya hari jadi sore.
Oplet-oplet memasang lampu.
Perempuan-perempuan memasang gincu
Dan, abang, pesankan padaku
di mana kita bakal ketemu).

WS Rendra, Blues untuk Bonnie (1971).

26.3.13

Orang Muda Berhidung Merah Jambu

Ketika hari itu benar-benar datang, tak satu pun yang ia lakukan kecuali terus-menerus duduk dan melemparkan senyum termanisnya. Itu hari jumat di ujung tahun. Jumat yang cerah di mana pada saat itu hal terpantas yang semestinya terjadi adalah turun hujan dari langit Desember. Hari itu hujan tak turun, ada awan cerah di sekitar matanya.

Dia telah membayangkan semuanya sejak semula: “Tentu saja,” pikirnya, “aku akan mendapatkan ini. Dari sini semuanya akan berdatangan. Mula-mula barangkali permintaan menjadi pembicara di sekolah-sekolah.  Lalu meningkat ke seminar-seminar dalam ruangan dingin di hotel-hotel mewah. Itu semua tentu setelah melewati serangkaian wawancara melelahkan permintaan dari majalah-majalah remaja, televisi berskala nasional dan radio-radio. Di koran-koran edisi hari minggu, seolah-olah setiap halaman melulu bercerita tentangku. Memuat fotoku dan mengutip karya-karyaku yang dulu cuma termangu di folder-folder tak tertata.”

Di hari itu, ia terus-menerus memikirkan itu semua. Jam dua siang, ibunya hampir mati jemu ketika harus keseratus kalinya mengingatkan ia agar segera menyentuh makan siangnya dan berhenti senyum-senyum sendiri. 

27.2.13

Every new time of year, I'm farther from my corpses. Kidzuki is still 17. Naoko, 21.




And that's forever.

 - Norwegian Wood (2010)

17.1.13

Sajak Putih

Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah...

- Chairil Anwar