20.11.25

Surat dari Belem

Ahmad Arif menulis surat untuk anaknya di Harian Kompas, Rabu, 19 November 2025. Saya meminta Ibam juga untuk membacanya (setelah dia membaca berita upaya pencarian korban longsor di Pandanarum, Banjarnegara). Dia baru menyelesaikan 2-3 paragraf dan kemudian mengatakan akan melanjutkan besok. Sudah mengantuk. Atau saya duga dia sulit memahaminya. Jam dinding menunjukkan waktu pukul 22.30. 

Saya menyimpan surat itu di sini agar dia mungkin dapat membacanya kelak. Kegelisahan yang sama, kekhawatiran yang sama. Tetapi energi hanya tinggal sisa-sisa. (kliping dapat dilihat di sini).


  

2.7.25

Diantar Kang Jalal, Merayakan Pemaafan Bersama Al Ghazali


Ahmad Tafsir, Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dalam suatu kesempatan pernah menceritakan pengalaman pertemuan pertamanya dengan mendiang Jalaluddin Rakhmat. Tafsir, yang juga telah berpulang pada pertengahan 2024 silam, mengisahkan pertemuan tersebut sebagai pertemuan yang membahagiakan. 

Rakhmat saat itu masih merupakan mahasiswa tingkat pertama Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Pada momentum Salat Jumat, Rakhmat bertindak sebagai khatib yang menyampaikan ceramah agama. Tafsir dengan segera terkesan pada isi dan gaya penyampaian Rakhmat. Seusai salat, ia menghampiri Rakhmat, berkenalan dengan anak muda itu dan mengajaknya untuk mampir ke rumah. 

Tafsir merasa telah menemukan salah seorang “pewarisnya”. Baginya ini menjadi semacam kebahagiaan tersendiri. Di rumah Tafsir, Rakhmat melahap tumis kangkung buatan istri Tafsir dan memuji-muji masakan tersebut. 

Kisah tersebut disampaikan Tafsir pada 2022 silam, dalam webinar yang menjadi rangkaian peringatan haul pertama Jalaluddin Rakhmat. Menjadi semacam penghormatan atas intelektualitas Rakhmat, webinar tersebut mengangkat tema Menghidupkan Kembali Tradisi Intelektual Islam di Indonesia.