Ke Duniamu
Jika memang mungkin, saya tak ingin menukar apapun lagi sekarang. Ini sudah cukup buat saya, teramat cukup. Kamu, kota ini, dan senyum-senyum kita.
Semuanya terlalu membuat menyenangkan. Kamu harusnya tahu, tak ada yang saya tunggu sejak dua minggu lalu selain hari-hari ini. Di halaman gedung tua, di bawah lukisan berumur seabad lebih, di kursi kereta, di kantin stasiun, bergelantungan di dalam busway, di trotoar-trotoar. Semuanya.
Dan kemarin. Saat saya menghabiskan senja di dalam bis kota yang cuma mampu merayap menuju tempatmu. Senja yang tak kalah indah dari senja yang pernah saya ceritakan kepadamu saat kamu menghabiskan malam di pantai utara Jakarta. Dan betapa ingin saya menceritakan lebih banyak lagi senja untuk kamu.
Atau malam tadi, saat saya menceritakan begitu banyak kegelisahan di beranda tempat tinggalmu. Terpatah-patah dan tak ada daya. Kamu malah memegang tangan saya, membawanya ke wajahmu dan memberikan senyum lagi untuk saya.
Kalau memang mungkin, Re, saya tak ingin waktu berjalan lagi. Cukup ini saja. Kamu, kota ini, dan senyum-senyum kita.
3 comments:
menikmati momen memang sangat nikmat, apalagi ditemani senyuman. malahan kalo dogol sering bgt ditemani senyuman dari muka sendiri...itu juga nikmat
hehehe... bung dogolz, sibuk pisan yah? ayo dunks, main lagi sama butre dan sepede kerennya itu ke jatinangor... ;p
kayaknya adayg baru dr depok neh hehehe...
senang mbacatulisan ini.
Post a Comment