Kesalahan
Semalam bertemu seseorang di simpang jalan. Tak nyaman juga akhirnya, membiarkan dia melihat saya sudah demikian tepuruk begini. Jatuh nyaris hingga ke dasar lubang. Orang kesekian yang kutemui yang memberikan tatapan iba untukku. Selalu saja bertanya kau baik-baik saja? Kau sehat-sehat saja? Kau harus baik-baik saja!
Malam tadi orang keberapa? Setelah beberapa siang sebelumnya seorang kawan lagi seolah menyediakan kedua tangannya untukku bertopang. Terima kasih untuk semuanya! Ya, aku terima ini semua. Nasib adalah kesunyian masing-masing, biar terpuji arwah Chairil. Aku tahu kesalahanku:
yang berjalan - telah jauh di depan meninggalkanku
yang mengangkasa - telah melesat memunggungiku
yang berlari - telah tak ingat akan aku
sementara aku
tetap di sini tak bergeser sejarak pun
menundukkan kepala untuk sesekali mendongak
setengah mati dalam usaha membohongi hati;
matahari ini masih sama dengan yang lalu
langit ini masih sama dengan yang waktu itu
No comments:
Post a Comment