8.4.06

Roda Hidup

Di tengah keasyikan menonton sendirian sebuah film panjang italia, The Best of Youth, sebuah pesan pendek datang ke ponsel saya. Dari kawan lama. Kemarin dia berulang tahun, 24 tahun. Tiga tahun lalu ia menyelesaikan pendidikannya di IPB. Dan sejak tiga tahun lalu pula statusnya berubah tanpa pernah berganti: pengangguran.

Sore itu dia menanyakan kabar saya, sedang apa, kapan ke Bekasi. Dia bilang: gw baru pulang gawe, nih!

Anjrittt...! Itu kata pertama saya. Rasa-rasanya pengen banget berteriak di depan dia menyatakan rasa senang saya yang luar biasa. Dia diterima di sebuah perusahaan besar, PT JAPFA. Tenaga kontrak. Gimana gak senang: tiga tahun nganggur, diputusin pacar setelah tiga tahun pacaran (dan mau kawin lagi!), berjuang sendirian melewati krisis orientasi hidup setiap pagi-siang-sore-malam, dan tetap harus jadi anak sulung dengan adik-adik yang punya status ''jelas'' (PNS, mahasiswa, pelajar), dan kini dia... bekerja! Hari itu dua ucapan selamat buat dia: selamat ulang tahun dan selamat untuk sebuah pekerjaan.

Tapi mendadak saya punya perasaan aneh. Dia bekerja, di PT JAPFA, sebuah perusahaan besar yang pernah mem-PHK 1200 karyawannya lantaran flu burung. Dia bekerja, saat revisi undang-undang ketenagakerjaan begitu merisaukan. Dia bekerja. Bekerja. Bekerja.


Apakah benar begitu banyak orang yang memang tak bisa lagi hidup dengan kebebasan memilih? Sistem ekonomi ini, apakah benar-benar telah memaksa begitu banyak di antara kita sehingga kita tak lagi diizinkan punya mimpi indah untuk hidup kita sendiri? Karena satu-satunya obat untuk kawan baik saya itu, rasa-rasanya, ya mengambil pekerjaan kontrakan itu. Dan itu mengharuskan saya mengucapkan 'selamat' untuk dia.

Saya tiba-tiba tak tahu, apakah saya harus senang ataukah ngeri sendiri melihat kenyataan itu. Senja itu saya tak lagi mengerti apa surga apa neraka.

2 comments:

Anonymous said...

bagaimana di pagi harinya, apakah sudah mengerti surga dan neraka?
memang, utsnya kapan?coba tanyakan pada orang yg sudah mengambil mata kuliah tersebut

Imam Hidayah Usman said...

:P si jonny eh si jonny... tulisannya makin sik asik aja... :)