"Bukan seperti itu caranya," kata Ibuku seraya mengambil alih mixer dari tanganku. "Kau harus mengaduknya dengan rata, sampai bawah juga. Buihnya nanti akan mengembang."
Ia mencontohkan dan kemudian memintaku untuk terus melanjutkan. Setelahnya, ia menangani hal lain termasuk menyiapkan loyang untuk memanggang kue.
Saat membakar kue tersebut, Ayahku pulang bekerja. Membawa bingkisan berisi bahan-bahan kue. Ia juga bercerita soal kabar-kabar menyenangkan.
Kue kemudian matang dan aku mencicipinya pertama kali. Dua potong segera habis.
Sampai kemudian aku terbangun pagi ini, rasa kue itu tetap tinggal di lidah. Sangat terasa.
Di sana, pasti ada banyak kue untuk kalian. Dan entah kapan, akan ada waktu saya untuk juga pulang.
1 comment:
Panas-panas lumer, mmmfff caramel cake
Post a Comment