2.9.12

Asap

karena semuanya bisa saja menjadi begitu buruk, menjadi momen-momen luka bila terkenang. tapi bisa saja sebaliknya....

pernah kau dengar kisah guru zen dan para tetangganya? di suatu pagi guru itu kehilangan seekor kudanya. para tetangganya ramai melihat, menghampiri ia yang berdiri di beranda. ''malang sekali kau,'' seorang tetangga dari luar pagar angkat suara. ''ya, mungkin seperti itu,'' begitu guru itu menjawab singkat. kenyataannya, di esok pagi kuda guru itu kembali lagi ke kandangnya. begitu sentosa, begitu tenang. para tetangga berkumpul lagi, kali ini seseorang di antara mereka berkata, ''beruntung sekali kau.'' guru itu cuma menjawab, ''ya, mungkin seperti itu.''

di keesokan harinya anak guru tersebut patah kakinya ketika hendak menunggang kuda itu. di pagi yang mestinya cerah, guru itu harus mendapati anaknya patah kaki. ''malang sekali kau,'' tetangga-tetangganya begitu prihatin di luar pagar rumahnya. ''ya, mungkin seperti itu,'' kata guru itu seraya memapah anaknya ke dalam rumah. tapi kau tahu, di keesokan paginya lagi, segerombolan tentara datang mencari anak-anak yang sehat fisiknya untuk dikenakan wajib militer bagi negara. semua anak tetangganya dibawa pergi. tentu saja anak guru tersebut tidak dibawa. kakinya yang patah membebaskannya dari wajib militer. ''lihatlah guru,'' kata para tetangga, ''kau benar-benar orang yang beruntung!''

dan guru itu lagi-lagi bilang, ''ya, mungkin seperti itu.''

maka, mengapa kau harus menjadi asap ketika ingin menari?

No comments: