ada yang sampai pada malam yang sepi dan dingin yang lamat yang besertanya bulan basah darah yang menetes mengalir menjelma Asma-Mu di lelangit kamarku yang pintunya berulang kali mengeluarkan suara ketukan yang serupa kicau burung yang menebar maut
aroma kematian yang datang menghampiri diriku yang berkali-kali menghindar dengan penolakan-penolakan halus yang kurang ajar seperti pernah kutolak sebelas perintah yang diurutkan ibu-ibu kita yang seperti lupa pernah melahirkan kita yang kini sendiri di dingin yang lamat dan malam yang sepi
mencariMu
mencari Rupa-Mu
mencari Kalimat-Kalimat-Mu
mencari Suara-Mu
mencari Hati-Mu
mencari diriku di Diri-Mu
No comments:
Post a Comment