22.4.11

Satu Tahun Lima Bulan Sebelas Hari

Selama itu saya tidak pernah menulis di blog ini lagi. Oh, barangkali bukan hanya di blog ini saja. Tapi juga di tempat lain.

Tak ada alasan yang tepat untuk semua itu. Kecuali kemalasan, tentu saja.

Dan semalam saat bulan penuh dan angin menderu-deru melesak masuk ke dalam kamar melalui jendela kecil, ada terbit pikiran di kepala: aku mau menulis lagi. Namun Tuhan tahu ini, semua orang tahu ini: pikiran-pikiran kecil sering hinggap di kepala untuk selamanya hanya ada di dalam kepala. Rencana ini itu, hasrat ini itu, hanya akan berakhir sebagai rencana belaka.

Tapi barangkali tak mengapa. Langkah-langkah pada akhirnya mungkin akan terambil begitu saja. Tak seperti matahari, kadang kita tak tahu ke mana harus berjalan.

10 komentar:

sonn said...

ayo imam, nulis lagi... gw selalu suka tulisan lo :D

Fahri Salam said...

Saya juga menyukai tulisan kamu, mam! Hayu nulis lagi. nulis lagi. nulis lagi. sekaran dan jutaan tahun yg entah :)

Imam said...

waaa... dikunjungi dua penulis idola.

semoga saya bisa nulis terus seperti sonn dan fahri.

Anonymous said...

Hidup hidup hiduuup!

Anonymous said...

apanya yg hidup?

mahkotalima said...

Saya ngefans loh padahal sama tulisannya Imam. Berkali-kali saya ngintip memang belum diupdate. Hehehe... :)
Asiik sudah di-update lagi. :)

agri said...

Apalagi saya..Dari dulu ngefans banget ama bung imom..tulisannya inspiratif sekali..

Imam said...

wahahahaa... kacaooo ngeledek semua. thx yak. sampai jumpa lagi, kira-kira... hm, tahun depan? ;p

thx thx thx.

Anonymous said...

Tulisannya yang hidup!

Ciplok said...

Wah, senang-senang-senang.....